Minggu, 25 Oktober 2015

GIRL'S FROM MRS. SUSILO BOARDING HOUSE

Hai wanita-wanita kuat, apa kabar kalian disana? Semoga sehat-sehat ya kalian.

Terakhir ketemu itu pas waktu meet up Urban Pizza Margonda dan sekarang setelah wisuda kelulusan kita kumpul bareng lagi, foto bareng lagi meskipun personilnya tidak lengkap, tapi kita masih diberi kesempatan untuk bertemu. Kita sudah tidak satu kosan lagi, sudah bolak-balik ganti personil tapi ada yang tetap mencoba untuk bertahan. Ada sebagian dari kalian yang memilih untuk pindah cari kontrakan bersama teman sekelas, ada yang memilih untuk pulang-pergi.

Bukan baru kemarin sore aku mengenal kalian, aku mengenal kalian sudah dari tiga tahun yang lalu. Dari yang dekil sampai cantik, dari yang gendut sampai kurus, yang kurus jadi gendut, yang tidak berkerudung jadi berkerudung, yang sering menggunakan jeans sampai mencoba untuk berpakaian syar'i.

Kita berasal dari kota/daerah yang berbeda-beda : Jakarta, Bekasi, Tangerang, Cirebon, Indramayu. Kita yang dari awal cari perlengkapan ospek bareng ke ITC Depok pakai piama, yang kasih kejutan tengah malam di ulangtahun tahun icha sampai kena omel ibu kos, yang belanja ke pasar masak bareng-bareng didapur, yang nonton film horor di kamar secara bergilir begitu selesai ada suara ayam berkokok langsung pada panik, yang sholat bareng-bareng, yang ngerjain tugas sampai malam minjam alat tulis sana-sini, yang bolak-balik kena omel ibu kos karena sampah didepan kamar lupa dibuang, yang biasa jogging bareng kalo pagi, yang makanannya wartag-bakso-indomie-nasi bakar (itu aja terus sampai bosen, kalo lg ada uang baru makan enak hahaha), yang jemuran pakaian penuh (yang ga kedapetan terpaksa landry), yang ketahuan sifat aslinya rapih atau berantakan, yang bela-belain nahan ngantuk karena nunggu teman sekamarnya belum pulang, cantik tapi kadang kelakuan minus. Duh, kalian!

Beberapa dari kita ada yang masih melanjutkan studinya sampai D4 (setahun lagi), semangat ya! Ditunggu undangan wisudanya. Terimakasih telah menyempatkan datang dengan dress code putih, terimakasih atas cerita dan kengannya, atas suka-dukannya! :)








Love,
Anggraenisa

Senin, 19 Oktober 2015

UNDANGAN TUHAN

Lewat tengah malam,
pada satu derajat celcius di kebekuan Ankara.

Ada masanya hatimu sepi, jauh dari sudutnya kau merasakan kekosongan, dan tidak ada yang bisa mengisinya. Tidak sahabatmu, tidak pula keluargamu. Ada waktunya jiwamu sedih tak butuh bujuk rayu. Terkadang kau tidak tahu sebabnya. Itu bahkan lebih menyiksamu. Kau juga tak mengerti. Kau tidak bisa mengenali perasaanmu sendiri. Apakah itu kerinduan yang terlalu menyiksa atau kekecewaan pada kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan. Bisa juga hal lain yang sekali lagi tidak kau kenal.

Ada saatnya pikiranmu galau, tak dapat diizinkan oleh siapa dan apa. Yang ada adalah perasaan bersalah, terpuruk, menjadi orang paling bodoh, atau tidak mampu memperbaiki kesalahan yang terlanjur dibuat.

Saat itu berdamailah dengan dirimu sendiri. Sebab kau tidak butuh apa-apa. Itu bisa jadi cara Tuhan hadir dalam kegersangan hidup, untuk mengingatkan bahwa semua yang selama ubu kau andalkan adalah rapuh, tidak berarti apa-apa dibanding damai dalam berserah diri kepada-Nya.

Dia datang kepadamu dengan cara-Nya yang unik. Yang mungkin awalnya mungkin tidak kau pahami, tidak kau sadari, kecuali setelah lidahmu refleks berucap berat, "Tuhan, aku tidak punya siapa-siapa. Aku hanya butuh kekuatan dari-Mu."

Dia datang. Dia mengundanganmu masuk kedalam kedamaian. Jika kau penuhi undangan itu, terlepaslah segala gulanamu.

Pada undangan itu tertulis indah sekali, "Sesungguhnya orang-orang yang berkata Tuhan kamu adalah Allah, lalu setiap pada apa yang diucapkannya itu, para malaikat diutus menghampiri untuk mendamaikan hati mereka, 'Kamu tidak usah kuatir (pada apa-apa yang sedang kau hadapi), kamu juga tidak perlu bersedih (pada apa yang telah luput dan terjadi)." (Fushshilat : 30)

Itulah undangan buatku.

*dikutip dari Buku Letters from Turkey : 224 - 225 - Faris BQ

P.S : Lewat tengah malam, pada sudut malas diruang tidur, terpaku pada layar monitor lengkap dengan buku bacaan disebelah kanan. Sepulang menjenguk rekan pengajian muda-mudi kelompok.