JEDA SETELAH TITIK

10.40

Assalamualaikum kamu,

Aku ingin bercerita denganmu meskipun tidak secara langsung. Setelah aku memutuskan untuk bersikap tegas kepadamu, aku mulai membiasakan diriku dengan rutinitas yang aku jalani. Pengujian, bimbingan, kuliah, ngaji, ngerjain tugas, dll. Semakin kesini, jadwalku semakin padat. Banyak tuntutan dari kampus dan perusahaan yang harus segara aku selesaikan. Banyak target yang harus aku capai selagi masih muda. 

Terakhir kabar yang aku dengar darimu itu adalah kamu diterima kerja di Cikarang dibagian Repro Design. Syukurlah, akhirnya kamu mendapatkan perkerjaan sesuai keinginan kamu, dan kamu tidak perlu repot-repot resign lagi dari sebuah perusahaan karena sistem kerjanya tidak berjalan.

Akhir-akhir ini hidupku sedang tidak teratur, dari jadwal makan, jadwal ngaji, jadwal tidur, jadwal olahraga dll. Aku disibukan dengan rutinitas bimbingan dan pengujian. Dan tepat hari ini, Jum'at 15 April 2016 aku baru saja selesai melaksanan sidang pertama yaitu sidang proposal dan masih ada dua sidang lagi. Dan tepat hari ini juga kamu blockir aku dari facebookmu, delete contactku dari bbmmu, kemudian kamu keluar dari grup kelas.

Aku tau tapi aku diam. Aku tau tapi aku tidak akan menanyakan lebih lanjut kepadamu. Aku ingin menjelaskannya kepadamu tapi sepertinya percuma. Karena aku tau emosi kamu sedang meluap-luap.

Pesanku : "Kalau kuku panjang yang dipotong ya kukunya bukan jarinya, kalau ada masalah yang dipotong itu masalahnya bukan silaturahminya."

Dan bersama dengan dinginnya malam, insyaAllah aku tetap pada pendirianku. Aku bersikap netral kepada semua teman laki-laki. Aku berjuang sendiri, berdiri sendiri disini sampai nanti tiba datangnya seorang laki-laki yang menyampaikan kepentingannya kepada Ayah untuk menikahiku.

Maaf apabila aku telah banyak melakukan kesalahan kepadamu.

Teruntuk kamu,
Terimakasih telah menjadi inspirasiku untuk menulis malam ini.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images