Minggu, 24 April 2016

AKU


Minggu, 17 April 2016 tepat pada pukul 13:35 aku terbangun dari tidur siang. Padatnya jadwal pengujian, bimbingan, sidang proposal dan uas membuat kondisi badanku kurang sehat dan membutuhkan istirahat. Seperti biasa, aku memulai pagi dengan sholat, sarapan, mandi dan mencari materi untuk dijadikannya bahan reverensi. Tidak lama, hanya sebentar saja. Kemudian dilanjutkan tidur siang.


Tiba-tiba aku kebangun dari tidur siangku. Aku melirik jam dinding, aku memperhatikan sekeliling, tidak ada yang berubah. Semua masih sama. Ya aku terbangun dari tidur siangku, karena aku bermimpi mendapatkan notification dari instagram berbunyi "Hai @anggraeniannisa sebentar lagi ada tamu yang datang kerumahmu, dia akan datang untuk melamarmu, bersabarlah dan siapkan dirimu."

Tibalah hari tersebut datang, dia mengetuk pintu rumahku namun bukan aku yang membukanya. Tidak lama kemudian suara ayah dan ibu memanggil. Jantungku berdegup dengan cepat. Dia berdiri dengan tegap, postur tubuhnya lebih tinggi dariku, tidak terlalu kurus. Namun saat melihat wajahnya, berbayang. Seperti aku melihat gambar tiga dimensi, tidak begitu jelas. Ya seperti inilah, berbayang dan belum jelas terlihat. Terkadang saat aku menatap wajahnya seakan-akan aku mengenal wajah tersebut akan tetapi berubah menjadi orang yang tidak aku kenal sebelumnya. Kemudian aku membaca do'a dan karena waktu menunjukan siang hari, aku berbegas sholat zuhur. Aku masih dalam proses memantaskan diri, masih dalam proses memperbaiki diri. Aku pasrahkan semua rasa ini, aku pasrahkan semuanya kepada Allah SWT.

Wahai engkau, laki-laki yang masih Allah rahasiakan namanya,
Jika suatu saat engkau meminta kesempurnaan ragawi dariku,
mungkin takkan sanggup Aku berikan,
karena akan selalu ada yang lebih cantik dari diri ini.
Tapi percayalah,
Aku sedang berusaha untuk menjadi seorang wanita yang amanah dalam menjaga kepercayaanmu sebagai seorang Imam.

Wahai engkau,
laki-laki yang masih Allah simpan sosoknya,
Jika suatu saat engkau menuntutku untuk menjadi manusia tanpa cela,
mungkin takkan sanggup kupenuhi itu semua,
karena Aku punya keterbatasan sama sepertimu.
Tapi percayalah,
Aku sedang berusaha untuk menjadi seorang wanita yang patuh pada suami tanpa melanggar aturan TuhanNya.

Wahai engkau,
laki-laki yang masih Allah tutupi jati dirinya,
Jika suatu saat engkau menginginkan Aku membantumu dalam mencari rezeki,
mungkin perjuanganku takkan bisa sekeras engkau karena Aku ingin menjadi madrasah 24 jam untuk buah hati kita.
Tapi percayalah,
takkan kubiarkan engkau sendiri dalam menanggung beban hidup.

Aku akan menjadi,
air untuk dahagamu,
kiri untuk kananmu,
baju untuk tubuhmu,
rumah untuk terik dan hujanmu,
penyeimbang untuk ketidakseimbanganmu,
bidadari untuk dunia dan akhiratmu

Wahai engkau yang masih menjadi tanda tanya untukku,
takkan bisa Aku janjikan untuk dapat penuhi semua inginmu karena,
Hanya pengabdian dan kesetiaan yang Aku punya.

Lemesin aja, yakali pemberitahuan mau dilamar datang dari instagram. Pokoknya ini gara-gara selalu ditakut-takutin "Hayoloh nis, sianida lo." Orangtua aja belum dibahagiain, masa iya mau ngebahagiain orang lain duluan. Masih banyak cita-cita dan target yang belum tercapai, jangan mikirin nikah dulu.

P.s : Sajak by @instajokam :)

Minggu, 17 April 2016

STILL MOVE, STILL IMPROVE


Now Playing : Rachel Platten - Fight Song

1,5 bulan ini jadwal ngajiku sedang tidak stabil, aku banyak absen. Terkadang kalau sudah pulang dari perusahaan, kecapean langsung ketiduran. Bukan hanya jadwal ngaji, akupun keteteran dengan tugas, belajar untuk uas, revisian dll. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi dalam membagi waktu.

By the way, nasihat bulan ini dipengajian membahas tentang bab pernikahan, meskipun tidak sempat hadir di masjid pada saat nasihat tapi aku sudah menyusul untuk dibacakannya nasihat tersebut pada saat ngaji privat.  

Adapun beberapa hal penting yang aku catat khususnya untuk perempuan yaitu :


  • Menyiapkan diri dengan sebaik mungkin (fisik maupun mental)
  • Belajar tentang keterampilan, seperti tata boga, tata busana, tata rias tata ruang dll
  • Jangan terlalu pilih-pilih, jual mahal atau banyak perhitungan agar tidak terlalu sulit untuk menemukan jodohnya
  • Mencari yang sama-sama cocok (kufu)
  • Pasangan yang seiman, sudah mengaji agar biar sejalan, agar menjadi barokah
  • Ridho, pasrah dan tawakal dalam berumah tangga kelak. Sakinah mawadah warohmah, sejahtera dan bahagia.


Kurang lebihnya seperti itu, nasihat yang diperuntukan perempuan.

Flashback sejenak tentang pernikahan. Tiga minggu yang lalu, dirumah Cilebut pukul 19:13 WIB ketika aku selesai merapihkan data penelitian skripsiku sejenak aku berbaring dikasur tidak lama kemudian ibu masuk ke kamar dan berbaring disampingku. Reflek aku langsung memeluk ibu erat sambil mengendus-ngendus sambil menyium lengan ibu. 

Ibu : "Mba, berarti sekarang umur kamu 22 tahun ya?"

Aku : "Hemmm, iya. Memang kenapa?"

Ibu : "Ibu dan ayah semakin kesini bertambah umurnya, 3 tahun lagi ibu pensiun jadi guru. Kamu setelah kuliah rencananya apa?

Aku : "Selesai kuliah, insyaAllah aku melamar kerja bu. Alhamdulillah sudah ada target perusahaannya, tinggal kaki kananku saja melangkah kemana."

Ibu : "Terus rencana menikah kapan? Kamu ada rasa ngga sama teman pengajianmu di masjid?"

Aku : "Hahaha malah bahas nikah, masih lama bu. Umur 26 tahun aja ya? Tuh, aku sudah nego turun setahun ke ibu. Ngga ada, biasa aja bu, ya sewajarnya teman, netral kesemuanya. Ngga ada yang khusus."

Ibu : "Jangan kelamaan mba, ibu maunya kamu umur 25 tahun."

Aku : "Aku masih banyak pertimbangan bu, pertama sekarang aku belum kerja, kedua aku belum siap secara materi, ketiga ilmu akhiratku belum mencukupi karena aku ingin kelak bersanding dengan laki-laki yang faham agama, bisa menuntun ke surga. Jadi, intinya masih banyak yang harus aku perbaiki, banyak yang harus aku koreksi dari diriku."

*Tiba-tiba ayah masuk kamar*

Ayah : "Lagi pada ngapain? Bukannya siap-siap beberes sholat terus pulang ke Jakarta, malah tidur-tiduran."

Ibu : (dengan ekspresi semangat) "Ayah-ayah, menurut ayah umur berapa anis nikah?"

Ayah : "25" (jawaban singkat, padat, jelas)

Aku : "Ih ayah mah, umur segitu anis baru kerja 2 tahun, belum cukup gajinya untuk biaya nikah. Ditambah aku masih ada target yg harus dicapai sebelum nikah, biar suamiku nanti ngga repot-repot banget. Umur 26 atau 27 aja dong."

Ayah : "Kenapa ayah kepingin kamu nikah diumur 25 tahun, karena nanti pada saat kamu berumur 40 tahun, anakmu berumur 20 tahun dan secara fisik keadaanmu masih sanggup untuk bekerja"

Ibu : "Tuh dengerin, ayah tuh pemikirannya dewasa, jauh langsung kedepan."

Ayah : "Nanti kalau kamu sudah kerja, uangnya kamu tabung. Gausah mikirin macem-macem. Jangan lupa niatnya ditata kembali, diniatkan karena Allah. InsyaAllah dilancarkan segala urusannya."

Ibu : "Cari suami tuh yang gigih dalam arti tekun dalam pekerjaan, yang sayang sama kamu dan keluarga, yang sabar karena nikah tuh mikirin oranglain. Yang tadinya sendiri, kemudian dia harus mikirin orang lain : isteri, anak, orangtua, mertua, saudara dll. Terus gimana kabar teman kamu yang sms ke Pak Lasno?"

Aku : "Yang sms ke Pak Lasno? Hoalah, ya sama ke dia juga netral. InsyaAllah baik, lagi mondok."

Ibu : "Ayah, masa orangnya mirip banget sama Mas Dodi."

Aku : "Mulai deh ya kan, udah bu udah ya. Jangan bahas nikah lagi, lagian tuh ya setiap orang pasti udah punya calonnya masing-masing."

Ibu : "Kamu tau darimana bisa ngomong kayak gitu? Belum tentu nis."

Aku : "Darimana yaaa? Hahaha mengira-ngira aja sih akunya. Jangan serius-serius banget, annis nikahnya masih 3-4 tahun kedepan. Umur 25 atau 26 tahun. "

Ayah : "Manusia tuh bisa berangan-angan, Allah yang menentukan. Kamu berteman dengan siapa aja, dan jangan gegabah dalam mengambil keputusan dan pilihan, libatkan Allah didalamnya. Makanya kamu sholat tasbih, sholat istikhoroh, ibadah malamnya dilancarin lagi."

Ibu : "Ibu sih pinginnya kamu dapet orang jawa, yang benar-benar faham isi qur'an dan hadist, dan yang seiman dan sudah ngaji. Kalau dia sudah ngaji, otomatis keluarganya juga sudah ngaji. Tau perintah dan larangannya."

Ayah : "Orang luar juga gapapa, asal dia mau menjadi orang iman kedepannya. Hadist mengajarkan kita untuk berbudi luhur."

Aku : "InsyaAllah, semoga dijabah oleh Allah. Sekarang annis masih dalam proses memantaskan diri dan memperbaiki diri dulu ya."

Yang diatas merupakan percakapanku dengan Ayah dan Ibu sebelum pulang ke Jakarta. Airmata ku pun jatuh dengan derasnya, semua perasaan menjadi satu, aku sendiri juga tidak tau mengapa tiba-tiba menangis. Entah harus darimana aku mengejar semua target kekurangan diriku, masih banyak yang harus diperbaiki. Urusan akhirat dan duniaharus bisa sejalan.Menurutku, pernikahan bukan hal main-main, bukan hanya senang-senangnya saja. 

Bicara tentang jodoh, menurutku jodoh itu adalah cerminan diri kita sendiri. Kalau kamu menginginkan laki-laki yang sholeh yang bisa menuntunmu ke surga. 

Pertanyaannya adalah "Sudah pantaskan dirimu bersanding dengan dirinya?"

STILL MOVE, STILL IMPROVE. Untuk saat ini yang bisa aku lakukan adalah mengimprove diriku, upgrade kemampuan diri, upgrade pemahaman tentang urusan akhirat, upgrade pemahanan tentang urusan dunia (karir didunia grafika), upgrade skill didalam diri dll. Bukannya aku mengabaikan urusan pernikahan, tapi aku mengesampingkan. Memang sebentar lagi sudah masuk dalam usia nikah tapi sekarang belum saatnya. Karena aku masih berada dalam proses memperbaiki diri dan dalam proses memantaskan diri untuk jodohku kelak.

Jangan lupa niatnya karena Allah.

Khuznusdzonbillah.

Semoga Allah paring kelancara, kemudahan dan kebarokahan.

Amin.

Jumat, 15 April 2016

JEDA SETELAH TITIK

Assalamualaikum kamu,

Aku ingin bercerita denganmu meskipun tidak secara langsung. Setelah aku memutuskan untuk bersikap tegas kepadamu, aku mulai membiasakan diriku dengan rutinitas yang aku jalani. Pengujian, bimbingan, kuliah, ngaji, ngerjain tugas, dll. Semakin kesini, jadwalku semakin padat. Banyak tuntutan dari kampus dan perusahaan yang harus segara aku selesaikan. Banyak target yang harus aku capai selagi masih muda. 

Terakhir kabar yang aku dengar darimu itu adalah kamu diterima kerja di Cikarang dibagian Repro Design. Syukurlah, akhirnya kamu mendapatkan perkerjaan sesuai keinginan kamu, dan kamu tidak perlu repot-repot resign lagi dari sebuah perusahaan karena sistem kerjanya tidak berjalan.

Akhir-akhir ini hidupku sedang tidak teratur, dari jadwal makan, jadwal ngaji, jadwal tidur, jadwal olahraga dll. Aku disibukan dengan rutinitas bimbingan dan pengujian. Dan tepat hari ini, Jum'at 15 April 2016 aku baru saja selesai melaksanan sidang pertama yaitu sidang proposal dan masih ada dua sidang lagi. Dan tepat hari ini juga kamu blockir aku dari facebookmu, delete contactku dari bbmmu, kemudian kamu keluar dari grup kelas.

Aku tau tapi aku diam. Aku tau tapi aku tidak akan menanyakan lebih lanjut kepadamu. Aku ingin menjelaskannya kepadamu tapi sepertinya percuma. Karena aku tau emosi kamu sedang meluap-luap.

Pesanku : "Kalau kuku panjang yang dipotong ya kukunya bukan jarinya, kalau ada masalah yang dipotong itu masalahnya bukan silaturahminya."

Dan bersama dengan dinginnya malam, insyaAllah aku tetap pada pendirianku. Aku bersikap netral kepada semua teman laki-laki. Aku berjuang sendiri, berdiri sendiri disini sampai nanti tiba datangnya seorang laki-laki yang menyampaikan kepentingannya kepada Ayah untuk menikahiku.

Maaf apabila aku telah banyak melakukan kesalahan kepadamu.

Teruntuk kamu,
Terimakasih telah menjadi inspirasiku untuk menulis malam ini.