Minggu, 31 Juli 2016

PINTAR SAJA TIDAK CUKUP TANPA ADANYA KEFAHAMAN AGAMA

Assalamualaikum,

Kemarin saya bertemu dengan salah seorang sahabat, kita menghabiskan waktu disalah satu cafe disebuah toko buku. Dia bercerita dari A sampai Z, disini saya berperan sebagai pendengar sejati dan sesekali memberi saran. Namun, ada satu pertanyaan dimana yang membuat saya terdiam sejenak, dan membuat saya berfikir lebih lama dan mencoba untuk mengambil jawaban dari sisi manapun. 

Bisa jadi, pertanyaan ini pernah saya alami.
Bisa jadi, pertanyaan ini teguran dari Allah.
Bisa jadi, pertanyaan ini pembuka mata kita.

Si A dan Si B mempunyai hubungan. Akan tetapi semakin kesini kefahaman Si A terhadap agama insyaAllah semakin bertambah. Si A ingin menjauh dari si B, dengan maksud untuk terhindar dari dosa. Setelah Si A memberi penjelasan akan maksudnya, Si B malah menghakimi "Jadi kamu sudah ngga sayang lagi? Percuma saya dari dulu berjuang. Kenapa kita tidak bisa seperti orang lain yg sama berjuang untuk mempertahankan hubungan ini. Ini hati, jangan suka mainin perasaan orang." Mendengar jawaban dari Si B akhirnya Si A hanya bisa diam, sungguh dia kewalahan dengan hal tersebut.

Bismillah..
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk."  (QS.25:20)

Mungkin yang sedang terjadi antara Si A dan Si B adalah miscommunication. Langkah mereka sekarang ini jelas sudah tidak sama lagi seperti dulu. Si A yang sedang dalam proses memantaskan diri, dalam proses meningkatkan kefahaman agama. Sedangkan Si B tidak melakukan seperti apa yang dilakukan Si A. 

Bukankah dalam suatu hubungan harus memilki tujuan dan langkah yang sama? 

Masalah agama menurut saya, termasuk hal yang sangat senstif dan krusial. Apalagai jika masalah agama ini ada di antara pasangan. Pantas saja Si B tidak mengerti tentang penjelasan Si A yang mempunyai maksud untuk terhindar dari dosa karena berhubungan yang "tidak halal" dengan lawan jenis, toh Si B tidak memiliki kefahaman agaman seperti Si A.

Menurut saya, kalaupun mereka tetap ingin bersama, Si B harus ikut menyamakan langkahnya dengan Si A, yaitu meningkatkan kefahaman agamanya pula. Tentunya di dalam jalur dan koridor yang lebih benar. Pastinya, diikuti dengan hati dan "niat" yang memang tulus ingin mendekat kepada-Nya, bukan hanya gara-gara Si A.

Pemikirannya gini, Si A saja sudah mulai untuk mendekat kepada Allah, mengapa Si B juga tidak sama-sama ikut mendekatkan diri kepada Allah? Toh dengan begitu, mereka nantinya malah bisa terus sama-sama mempertahankan hubungan mereka dalam ikatan yang halal, yang diridhoi oleh Allah.

Jika Si B mau menyamai langkah dengan Si A, sesuai di dalam jalur dan koridor yang sama. Dan apabila dia bisa, itulah perjuangan yang sesungguhnya. 

Bukankah hubungan yang baik itu adalah hubungan yang bisa mendekatkan diri ke Allah SWT?

Bukankah hubungan yang baik itu adalah hubungan yang surga-mensurgakan bukan menerakakan?

Bukankah hubungan yang baik itu adalah hubungan yang saling memperbaiki satu dengan yang lain?

Pada akhirnya, kalau Si B tetap tidak mau menyamai langkahnya dengan si A. Lebih baik lepaskan dan jauhi sejauhnya. Mohon maaf, ini masalah agama yang tidak bisa dirubah, ditukar, dan dicacati hanya karena urusan dunia.


Wallahu a’lam

اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ.

“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik." (Qs. An Nur:26)


Wahai sahabat, kamu ini termasuk wanita yang dicintai oleh Allah. Yakinkan didalam hatimu, beranikan diri, huznudzon. Allah bersama perangsakaan hambanya. Semoga Allah paringi manfaat dan barokah.

Wassalamualaikum,



Annisa Anggraeni

Sabtu, 30 Juli 2016

PENULIS BESERTA TULISANNYA


A : "Tulisan semalam itu tentang siapa?"

B : "Kepo banget, sih? Tulisan itu jangan suka lo tebak tebak tentang siapa atau buat siapa, deh. Nanti rasanya hilang. Sekalipun memang gue tulis ada alasannya."


Yang aku tulis bisa jadi tentang aku, kamu, dia, mereka, ataupun yang lain. Selamat menerka-nerka!

P.s : Percakapan @quinnitat

JULI

Hujan bulan Juli
Berbisik




Cinta semesta
Bumi dan langit
Hujan dan lautan
Pagi dan senja 
Benda dan bayang
Kata dan nada
Aku dan kamu

Jika ada seseorang yang mampu membuat bulan yang biasa menjadi istimewa, maka orang itu adalah, kamu. Sampai ketemu di Juli.

Selasa, 05 Juli 2016

HARI RAYA IDUL FITRI 1437 H

Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1437 Hijriyah
تقبل الله منا ومنكم


Assalamualaikum, tidak terasa ya Bulan Ramadhan sudah berakhir.

Lewat sudah kewajiban menunaikan ibadah puasa wajib.
Lewat sudah Asrama Ramadhan yang dilaksanakan selama sembilan hari.
Lewat sudah itikaf yang dilakukan sepuluh malam hari terakhir Ramadhan.
Lewat sudah gema takbir berkumandang.

Lalu, pertanyaannya adalah :
  1. Bagaimana pahalanya, nambah banyak banget atau banyak aja?
  2. Bagaimana dosanya, sudah dihapus atau belum?
Entah kenapa lewatnya bulan Ramadhan tahun ini saya merasa sedih sekali, tidak seperti biasanya. Bahkan pada saat malam terakhir itikaf, saya sempat terdiam sejenak untuk merenungkan semua hal yang terjadi didalam hidup ini. Semoga Allah paringi sehat, lancar, manfaat dan barokah agar kebiasaan yang baik yang sering dilakukan selama bulan Ramadhan serta amalan andalan masih bisa dijalankan dihari-hari biasa, syukur-syukur bisa lebih ditingkatkan lagi. 

Dan Alhamdulillah, selama Ramadhan masih bisa berkumpul bareng dengan keluarga dan jarang sekali mengikuti acara buka puasa bersama diluar dengan teman, jarang sekali memikirkan urusan dunia. Karena sudah diniatkan dari awal, Ramadhan tahun ini harus bisa lebih baik dari sebelumnya. Dimana saat kita melakukan kebaikan, pahalanya akan dilipat gandakan. Begitu juga saat kita melakukan keburukan, dosanya-pun akan dilipat gandakan. 

Saya juga ingin sharing tentang rangkuman do'a dan nasehat yang diberikan selesai Sholat Ied tadi, 

Do'a Imam Sholat : "Ya Allah, perbaikilah agama kami, karena dia merupakan benteng kami. Ya Allah, perbaikilah dunia kami, karena dia merupakan tempat tinggal kami. Ya Allah, perbaikilah akhirat kami, karena dia adalah tempat kita kembali dan segala perbuatan yang telah diperbuat akan dipertanggung jawabnkan."

Nasehat Ayah : "Anis, ayah senang sekali kamu sudah bisa ikut pengajian, asrama lancar, itikaf lancar. Tetap berpegang teguh sama Qur'an dan Hadist, itu pegangan kamu yang bisa nuntun kamu akhirat dan dunia, semoga makin faham ilmunya, tingkatkan akhlakul karimah ya. Kalau nanti ada yang datang melamar, semoga dapet jodoh yang sudah sama-sama ngaji juga, laki-laki yang faham agamanya biar kamu barokah dunia akhirat, biar bisa sempurna, suami yang sayang sama kamu, yang sabar. Jangan sombong ya, jangan gampang terpancing emosi, kalau kamu ngga suka sama sikap seseorang jangan sampai bicara kasar, sabar. Belajarlah dari pengalaman yang sudah-sudah."

Nasehat Ibu : "Mba, semoga tahun ini lulus kuliah dan bisa langsung dapat kerja, sayang sama adek karena dia satu-satunya saudara kandung kamu, ngga ada lagi selain dia. Semoga kamu dapat jodoh yang barokah, suami yang faham agamanya biar benteng kamu makin kuat, tampan, mapan, dewasa pemikirannya, penyabar, yang bisa bimbing kamu akhirat & dunia, insyaAllah dapet mertua yang baik dan sayang sama kamu ya. Kalau suami kamu faham agama, otomatis dia tau hukumnya, kalau dia sayang sama kamu dia akan memuliakan kamu, dan jika dia marah dia tidak akan membuatmu hina. Tingkatkan akhlaqul karimah, makin faham ya ilmu agamanya, tetap pada AL-Qur'an (firman Allah) dan Al-Hadist (sunnahnya Rosulullah). Ayah & Ibu bantu do'a dari sini ya."

Setelah, mendengar nasehat dari kedua orangtua, air mata langsung turun begitu derasnya. Peluk Ibu dan bilang "Anis sayang sama Ayah & Ibu, ingatkan kalau Anis salah, mohon bantu do'anya. Anis cuma mau ridhonya Ibu dan Ayah."

Pada akhirnya, sampai jumpa Ramadhan. Semoga engkau masih berkenan bertemu denganku lagi. Tahun depan.

TUHAN DAN RAHASIA

Ketika aku ditanya tentang hal apa yang ingin aku ketahui dari hidup. Hanya ada satu hal yang ingin aku ketahui. Bukan soal kaya atau miskinku. Siapa jodohku. Bagaimana masa depanku.

Satu hal itu adalah, memaafkankah Tuhan atas segala dosaku? Aku hanya ingin tahu satu hal itu saja. Selebihnya aku tidak perlu. Aku hanya butuh maaf-Nya dalam hidup ini. Sebab aku sudah banyak berlaku salah. Sebab kesalahan itu selalu menghantuiku hingga saat ini. Hendak memilih mati pun, itu sebuah kesalahan. Tuhan melarangku mengakhiri hidupku sendiri.

Tidak mengapa aku lepaskan dunia ini. Asal aku tahu, bahwa Dia memaafkanku. Aku takut aku tidak berkesempatan masuk surganya. Aku takut, kelak di hari penghakiman. Seluruh dosaku diberitakan tanpa dimaafkan satupun.

Setidaknya aku berterima kasih atas kebaikan-Mu. Karena-Mu menutupi seluruh rahasia dan dosa ini. Orang-orang melihatku begitu baik. Bahkan beberapa melihatku diatasnya. Mereka hanya tidak tahu, apa yang aku sembunyikan dari balik pakaian dan tulisan.

Mereka tidak tahu saja bahwa aku mungkin mengalami kehidupan yang tidak pernah mereka bayangkan. Yang akan membuat mereka pergi jauh ketika mengetahuinya. Begitulah cara Tuhan. Aku tahu mudah bagi-Mu memuliakan manusia dan menghinakannya. Kemuliaan dan kehinaan sama-sama ujian.

Dan aku masih tetap sama. Hanya ingin tahu. Memaafkankah Tuhan atas segala kesalahan?